Ada sesuatu yang berbeda dengan lebaran tahun ini. Yah...gak beda-beda amat sih. Beberapa tahun yang lalu juga pernah terjadi hal seperti ini, ada dua hari raya idul fitri. Hal seperti ini mah udah lumrah di Indo. Toh, gak ada masalah juga mau lebaran kapan kan? Semua ngehargain kok mau yang udah lebaran duluan atau yang masih puasa. Cuman tahun ini berasa 'agak ribet' sedikit. Perbedaan macam itu dijadikan persoalan yang agak njelimet.
Kalender menyebutkan bahwa lebaran 1 Syawal 1432 H jatuh pada tanggal 30 Agustus, sementara ada berita simpang siur yang menyatakan lebaran jatuh pada tanggal 31 Agustus. Alhasil masyarakat dibuat bingung. Lebarannya kapan sih???
Sebenernya masyarakat pun gag mempermasalahkan ada dua waktu lebaran atau nggak, seperti yang sudah-sudah. Tapi, ntah kenapa kali ini agak 'memanas' menurut saya. Masyarakat mungkin agak kecewa dengan pemerintah yang memundurkan waktu lebaran sehari dari jadwal di kalender. Bukan apa-apa, mereka seperti halnya saya yang notabene orang awam mengenai ilmu-ilmu yang berkaitan dengan penentuan hilal sudah melakukan persiapan lebaran. Hidangan lebaran seperti ketupat, opor ayam, dan lain sebagainya sudah dipersiapkan dengan baik. Sebagian lagi sudah mendapat jatah libur dari tempatnya bekerja. Sebagian lagi sudah merencanakan perjalanan mudik mereka. Toko-toko pun rata-rata sudah tutup menyesuaikan hari libur lebaran berikut karyawannya. Dan apa yang terjadi kemudian? Pengumuman resmi lebaran mundur sehari agaknya membuat sedikit perasaan kecewa, sedikit protes. Namun akhirnya toh mereka juga menikuti ketetapan pemerintah walaupun ada juga yang berlebaran sehari sebelumnya sesuai dengan kemantapan hati masing-masing.
Ada sedikit perkataan seorang ibu yang cukup menggelitik yang secara tak sengaja saya dengar sewaktu di pasar hari ini. Si ibu ini ceritanya lagi menawar buah-buahan. Entah apa yang diobrolin dengan pedagang buahnya, tiba-tiba si ibu ini nyeletuk kira-kira kayak gini: "Lebarannya besok hari jumat. Ntar pemerintah tak suruh jadiin lebaran hari jumat aja". Ahh si ibu nih..ada-ada aja. Mungkin saking mangkelnya udah nyiapin masakan lebaran eh gag taunya lebarannya beda sama yang di kalender. Bu..bu... #geleng-geleng kepala
Adanya dua hari raya idul fitri kali ini bukan salah siapa-siapa kok. Bukan yang menetapkan berlebaran tanggal 30 Agustus, bukan pula pemerintah yang menetapkan tanggal 31 Agustus. Sebab hal seperti itu sudah ada dasarnya masing-masing mengapa mereka berpendapat demikian =)). Masalah kayak ibu tadi sepertinya berakar apada satu penyebab. Kalender. Coba aja kalo kalendernya nyantumin tanggal 1 Syawal jatuh tanggal 31 Agustus, pasti semua nerima dengan lapang dada. Hehe..