26/02/12

This is not the end

Aku tertegun mengetahui kenyataan yang sesungguhnya. Aku gagal. Ya, untuk kesekian kalinya. Impianku… Apakah kini semakin menjauh dariku??

Teringat akan janji yang ku buat dulu dengannya, bahwa kami akan menggapai impian kami masing-masing. Tapi sekarang, apa yang sudah kuperbuat? Arrrgghhh!!! Ingin sekali berteriak sekencang-kencangnya. Mengeluarkan kekecewaan yang mengendap dalam dada.

Di kamar yang dingin ini, perasaan itu semakin berlipat-lipat. Rasanya menangis pun percuma. Toh, penyesalan demi penyesalan yang kulakukan juga tak kan merubah kenyataan yang ada.

Tidak. Ini tidak boleh terjadi. Aku harus bangkit. Aku masih punya jalan. Aku masih bisa melakukan sesuatu. Berusaha lebih keras lagi. Berlari dan terus berlari. Aku pasti bisa. Zettai akiramenai!! 

Rrrrr..rrrr…

Tiba-tiba sebuah pesan masuk di handphone-ku, dari dirinya.

“yume janai hazu yo mukuwareru to shinjiteru”

Aku tersenyum. Ya, aku bisa melakukannya. Keberhasilan itu bukanlah hanya sebuah mimpi. I know I’ll get my glory day~


* Zettai akiramenai = jangan pernah menyerah


(Inspired by YUI's song ~ GLORIA)

22/02/12

Sa-Yo-Na-Ra (re-upload)


Nafasku terengah-engah. Baru saja kubuka pintu itu dan melihat dia terbaring diranjang. “Kei...kamu baik-baik aja?” tanyaku khawatir.
Keito tersenyum. “Seperti yang kamu lihat. Kondisi badanku lagi jelek aja Mei. Bentar lagi juga sembuh.” katanya seolah menghiburku. Aku menghela napas. Lega.
Aku dan Keito berteman cukup lama. Kami sering bersama. Dia sudah lebih dari sahabat menurutku. Sampai-sampai kami membuat grup duo dimana aku yang bernyayi dan dia yang mengiringi lagu dengan gitar kesayangannya. Aku juga tahu sudah sejak lama badannya lemah, sering jatuh sakit. Tapi aku tak tahu apa sebabnya.
“Makanya jangan kecapekan. Kita kan juga harus latihan buat pentas nanti” kataku sambil meninju pelan lengan Keito.
“Hehehe...maaf Mei. Tapi, tanpa aku pun penampilanmu nanti tetep bagus kok”
“Huussh...jangan ngomong kayak gitu ah. Kita harus tampil bareng. Titik” ujarku pura-pura marah.
***
Hari itu untuk yang kesekian kalinya aku menjenguk Keito di rumah sakit. Tiap hari ketika aku datang, dia selalu tersenyum padaku. Seolah berkata dia baik-baik saja. Dia bersemangat sekali ketika aku datang menjenguknya. Aku senang sekaligus lega melihat dia sudah lebih baik dari sebelumnya. Pikiran burukku setelah mendengar hal yang dibilang perawat tadi sepertinya nggak akan terjadi.
“Temenin jalan-jalan, yuk!” pinta Keito malam itu. Aku hanya mengangguk.
Kami berdua duduk di bangku kecil disekitar taman rumah sakit. Malam itu, entah kenapa aku ingin berada di dekat Keito. Rasanya tak ingin beranjak dari sisinya.
“Bintangnya bagus ya, Kei” ucapku setelah agak lama terdiam.
“Un, kira-kira ne~” jawab Keito sambil menerawang ke langit. “Mei juga seperti bintang itu.”
       “Haha...Kei jago nge-gombal juga yaa.”
Keito tidak membalas. Dia terdiam sejenak, menarik nafas panjang dan melanjutkan perkataannya.
“Mei...suatu saat nanti jadilah bintang yang paling terang diantara semua bintang, walaupun tanpa aku disisimu...”
Aku terdiam, tak berani memandang Keito. Mataku terasa panas. Aku tahu maksud Keito yang sebenarnya. “Kei...” ucapku sambil menahan air mata yang hampir keluar. Aku masih tak mampu memandangnya.
“Aku tahu kamu pasti bisa. Aku akan selalu mendukungmu..”
Keito terdiam lagi. Air mataku mengalir tanpa ada isak tangis yang terdengar. Aku memandang Keito yang kini matanya sudah terpejam seolah sedang tertidur lelap disampingku.
Aku tak tahan lagi, air mata ini tumpah ruah tanpa sanggup ku hentikan. Aku tahu kini Keito telah pergi, selamanya. Andai saja aku mengetahui kenyataan yang sebenarnya lebih cepat. Andai saja Keito nggak berbohong soal penyakitnya. Andai saja.....
Disela isak tangisku aku bersyukur akan kebohongan Keito. Aku menyukai kebohongan yang telah ia lakukan. Dia berkorban manahan sakitnya demi menghiburku setiap hari. Dia selalu tersenyum walau raganya menahan perih.
Aku memandang wajahnya yang terlihat bahagia, damai. Kupeluk raganya yang sudah tak bernyawa. Kubisikkan kata terakhirku untuknya...”Selamat jalan Kei~”
Inspired by YUI's song
#YUI17Melodies's project

21/02/12

Alone (Ost. Ikemen desu ne ~ Indo translation)

Ingin selalu bertemu
Ingin lebih mendekap dan menyentuhmu
Dirimu, segala sesuatu tentangmu...
Oh mengapa, terasa begitu jauh dariku?

Bahkan jika aku menutup mataku...atau bahkan jika aku menutup telingaku..
Senyummu yang tersipu itu
Kenangan hangat yang kumiliki
Sekarangpun aku masih tak dapat melupakannya

Hanya dirimu, yang dengan lembut mengajariku cinta
Hey katakan padaku, mengapa sekarang sudah berakhir
Tanpa sepatah kata pun, waktu berlalu
Dadaku seolah akan meledak

Hanya dirimu, yang dengan lembut memberiku cinta
Hey katakan padaku, mengapa kamu menghilang saat ini
Tidak bisa melupakan saat-saat itu
Masih tanpa jawaban

Perasaan cinta ini yang tak akan terganti selamanya
Mengalir, dalam diam
Dirimu yang selalu kurindu
Dirimu yang selalu kutunggu

Sembari melihat langit yang jauh ini
Aku merasa ingin menangis
Semuanya terjadi tiba-tiba, bahkan tanpa ada isyarat
Meski sampai saatnya berpisah

Tanpa sepatah kata pun
Aku ingin mendekapmu kuat-kuat
Untuk cinta yang kukirimkan
pada orang yang kucintai

Bahkan jika aku menutup mataku, atau bahkan menutup telingaku..
Senyummu yang tersipu itu
Kenangan hangat yang kumiliki
Aku yakin, aku tidak dapat melupakannya


.: Gomen, kalo artinya agak semrawut ^^V

13/02/12

THIS IS MY LIFE

Inspired by YUI’s song ~ LIFE

#YUI17Melodies’s project

Malam itu, gelap. Aku menyusuri sudut-sudut kota. Langkah kakiku terasa berat, tak bersemangat. Orang-orang yang kulewati memandangku aneh. Seolah aku ini sesuatu yang sangat asing disekitar mereka. Aku hanya tersenyum. Masam.Pikiranku kembali ke peristiwa siang tadi...
Braakk!! Aku membanting pintu rumah sekeras-kerasnya. Aku berlari dan terus berlari walau sayup-sayup aku mendengar suara okaasan memanggilku.Ya, aku berdebat kembali dengan okaasan. Mempertahankan pendapatku. Mempertahankan egoku. Mempertahankan keinginanku.

Dan disinilah aku sekarang. Sendiri di kegelapan malam.

Kini rasa sesal itu menyelinap di sudut hati. Tapi sedetik kemudian, rasa itu lenyap. Berganti dengan kekesalan yang meluap-luap.
Aku hanya ingin dicintai. Aku hanya ingin dimengerti. Aku hanya ingin melakukan apa yang kusukai. Aku hanya ingin meraih mimpiku, walaupun aku tahu itu tidak mudah. Hey, katakan padaku apakah itu salah??
Selama ini aku hanya melakukan apa yang okaasan dan otaousan inginkan. Aku sudah lelah. Aku merasa aku bukanlah diriku. Kini saatnya aku melalukan apa yang aku ingin lakukan. Aku memutuskan kembali pulang ke rumah. Mengatakan perasaanku yang sesungguhnya kepada mereka.

Sekejap, aku memandang langit malam itu yang berhiaskan bintang-bintang.
Hanya ada satu bintang yang paling terang. Aku menerawang...membayangkan diriku akan menjadi bintang itu, suatu saat nanti. Pasti. I Can Change My Life!